M. Taufiq Nur
ANDRIO PRATAMA SIRAIT Author
Saya adalah seorang mahasiswa Teknik Informatika UR yang ingin dapat nilai bagus dimata kuliah Interaksi Manusia Komputer (IMK)

Masih Jadi si Pemalu? Yuk, Percaya Diri Dengan 5 Kebiasaan Orang yang Gemar Interaksi Sosial Ini


Menjadi si pemalu bukan berarti sama sekali tidak bisa melakukan interaksi sosial, hanya saja mungkin sangat terbatas frekuensinya. Si pemalu biasanya punya keinginan untuk bergabung dengan beragam lingkaran sosial, tapi ia merasa takut dan bingung harus berbicara apa dan apakah mereka akan menerima si pemalu dengan baik. Tenang, bukan berarti si pemalu akan tetap berada di pojokan dan menjadi silent listener karena ternyata di lingkungan pergaulan manapun 5 kebiasaan dalam interaksi sosial ini selalu sukses membawamu jadi anak gaul.

1. Kualitas itu lebih baik dibanding kuantitas
Mungkin kamu menganggap mereka yang memiliki ribuan teman di Facebook, Twitter, atau Instagram adalah mereka yang interaksi sosialnya sangat baik. Eits, banyak jumlah tidak menjamin bahwa kualitas pertemanan juga baik karena bisa saja hanya sekedar formalitas untuk saling menerima pertemanan di media sosial. Tapi mereka yang sesungguhnya sukses dalam berinteraksi sosial dengan baik adalah mereka yang memiliki hubungan pertemanan erat satu sama lain dan biasanya terikat pada satu atau beberapa lingkaran pertemanan.

2. Saling bertemu dan mengobrol face to face
Bukan melalui chat, video call, atau segala fasilitas berkomunikasi melalui teknologi, tapi interaksi sosial yang baik adalah interaksi yang saling bertatap muka alias face to face. Memang dengan kecanggihan teknologi komunikasi bisa lebih mudah meski tidak bertatap muka langsung, tapi ada nilai lebih yang tidak bisa tergantikan dari berkomunikasi secara bertatap muka. Dan perlu diingat, selagi kamu saling mengobrol, usahakan masukkan handphone ke dalam tas atau saku sehingga obrolan lebih berkualitas.

3. Mereka berbagi dan mendengarkan
Berbagi tidak harus dalam bentuk benda, tapi bisa berupa saling berbagi ilmu atau pengalaman. Si pemalu tidak perlu takut untuk mulai berbicara dan saling berbagi, dengan begitu orang lain jadi mengerti keinginan si pemalu. Begitu pula menjadi pendengar yang baik. Diam dan mendengarkan cerita seseorang juga merupakan kunci sukses para orang gaul. Dengan menjadi pendengar yang baik, orang lain akan senang dan nyaman untuk berbagi cerita atau pengalaman.

4. Mereka bertanya
Bertanya juga bisa menjadi indikasi kamu tertarik pada suatu hal yang sedang menjadi topik pembicaraan. Dalam interaksi sosial, pertanyaan yang sedikit personal (baca: halus) akan lebih baik dibandingkan kamu menanyakan suatu pertanyaan langsung tanpa tedeng aling-aling.

5. Jangan khawatir akan penolakan
Ditolak adalah ketakutan utama yang membuat si pemalu enggan melakukan interaksi sosial secara aktif. Padahal belum tentu semua lawan bicara akan menolak keberadaan si pemalu. Cobalah positif dan melakukan pendekatan sedikit demi sedikit. Jika kamu merasa nyaman dengan lingkungan yang ingin kamu coba masuki, maka teruskan, tapi jika tidak masih banyak loh lingkungan pergaulan yang pas dengan keinginan si pemalu.

Sebelum Nantinya Menyesal, 5 Hal Ini Harus Kamu Lakukan Sebelum Umur 25


Umur 25 bisa dibilang adalah checkpoint awal di kehidupan kita karena di fase ini kita benar-benar sudah menjadi pribadi yang berbeda, atau dewasa lebih tepatnya. Biasanya pada umur 25 ada beberapa dari kita yang sudah berkeluarga, sudah nyaman dengan pekerjaannya, atau sudah menemukan jati diri. Tapi, nggak banyak juga yang masih belum lulus, belum dapet kerjaan, atau juga masih mencari jati diri.

Nggak ada yang salah, hanya saja dalam menjalani hidup ini ada beberapa hal yang tidak kita sadari dan hal tersebut baru kita rasakan ketika sudah terlambat, seperti Andrew Ferebee ini contohnya. Menginjak usia 30 tahun, dia merasakan ada beberapa hal yang seharusnya dia lakukan sebelum umur 25 tahun, tapi dia tidak melakukannya. Dan sekarang yang ada hanyalah penyesalan dan keinginan untuk kembali memutar waktu.

Emang apa saja sih yang harus dilakukan sebelum umur 25 tahun?

1.      Mandiri
Sekilas memang terlihat mudah, tapi sebenarnya tidak. Cobalah untuk belajar melakukan semua hal sendirian dan tanpa bantuan orang lain karena tidak akan ada orang yang bisa menyelamatkanmu kecuali kamu sendiri. Kamu adalah nahkoda kapalmu sendiri dalam mengarungi samudra kehidupan. Tapi bukan berarti kamu menutup diri dan menolak bantuan orang lain, lho. Boleh aja, asal jangan sampai ketergantungan. Kalau bisa kamu lakukan sendiri, kenapa nggak?


2.      Orang kita tidak mengetahui segalanya
Orang tuamu bukan lah seseorang yang tahu akan segalanya, mereka juga sama sepertimu. Ketika mereka menyuruh kita untuk melakukan sesuatu, ada baiknya kita cari tahu dulu hal tersebut sebelum mengiyakannya. Bukannya tidak berbakti, akan tetapi kalau kamu tidak sreg ya utarakan selama ada bukti yang bisa kamu tunjukkan. Karena kamu yang menjalani hidup, nahkoda kapal, maka terimalah saran dan masukan dari mereka dan diskusikan secara baik-baik apabila kamu tidak menyukainya.
Misal kamu hobi menggambar dan ingin menjadi komikus freelance. Ketika orang tuamu menentang keinginanmu, jangan langsung berontak. Diskusikan baik-baik kelebihan dan kekurangannya, kalau bisa ikuti keinginan mereka namun tetap berusaha. Sehingga ketika nanti kamu dapat menunjukkan kepada mereka bukti bahwa kamu bisa, maka mereka tidak akan lagi menentangnya.


3.      Kamu tidak spesial dan orang tidak peduli terhadapmu
Kamu pasti pernah mendengar bahwa setiap orang itu spesial, termasuk kamu. Akan tetapi, kalau kamu mau tahu fakta sebenarnya, kamu tidak lah spesial. Dan orang lain tidak peduli denganmu.
Mau protes? Silahkan.
Karena kalau kamu belum punya apa-apa dan belum bisa melakukan sesuatu yang bakal diingat, kamu sama saja dengan yang lainnya. Kalau kamu ingin menjadi spesial, maka berhenti lah bermimpi dan take action. Dunia ini kejam, bro! Selain itu, banyak orang yang lebih ‘lapar’ darimu.
Kalau kamu hanya berdiam diri, maka jangan sibuk menyalahkan dunia dan orang lain. Lakukan sesuatu yang membuatmu berkesan dan bakal diingat oleh orang lain sehingga kamu bisa mengatakan bahwa kamu spesial dan secara otomatis orang lain bakal peduli denganmu.

4.      Jangan tergoda dengan gaya hidup

Hanya karena kamu bisa mendapatkan penghasilan 7-8 digit ke atas, bukan berarti gaya hidupmu disesuaikan dengan penghasilanmu. Simpan 15-20% setiap bulannya dan investasikan sebagian dari penghasilanmu supaya kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan di usia 30an ke atas. Ingat, menikah, sakit, sekolah anak, dan kebutuhan keluargamu di masa depan masih dibayar dengan uang, lho.

5.      Kamu tidak mengetahui apapun
Kamu tidak lah mengetahui semua hal yang ada di dunia ini. Oleh karena itu, jangan pernah menganggap orang lain bodoh. Kamu bisa belajar apa pun dari semua orang, bahkan anak TK sekalipun. Itu kalau kamu mau membuka diri dan tidak menganggap dirimu terlalu pintar untuk belajar dari siapa saja. Keep curious, keep learning, keep moving!